Air
merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup.
Air bersih yang terdapat di bumi cukup melimpah, kurang lebih sekitar 97,47% adalah air asin dan 2,53% berupa air
tawar. Sumber air bersih dapat diperoleh dari mata air, sumur dangkal maupun
sumur dalam, sungai, danau dan laut.
Sumber air bersih yang
paling banyak digunakan adalah mata air dan air permukaan. Pengelolaan air yang kurang baik oleh masyarakat banyak
dikatakan penyebab sering tercemarnya sumber air. Kita sebagai warga seharusnya
mampu melestarikan alam sekitar dan peka terhadap kebersihan lingkungan karena
kualitas air sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Kebutuhan masyarakat akan air
bersih cenderung semakin meningkat tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan
air bersih. Ketersediaan air bersih cenderung berkurang akibat berbagai
kerusakan alam dan pencemaran. Pencemaran air menjadi masalah nyata yang
dihadapi penduduk di daerah perkotaan. Harga air bersih yang semakin mahal dan
jumlah yang semakin langka adalah tantangan berat yang harus dihadapi oleh
masyarakat perkotaan. Pertambahan penduduk yang tidak terkendali dan tidak
diimbanginya kesadaran untuk melestarikan air akan membuat kelangkaan air sangat
mungkin terjadi.
Manusia kurang lebih
membutuhkan 2 sampai 3 liter air untuk minum perhari. Namun, apakah Anda tahu
bahwa air yang kita butuhkan untuk air minum digunakan untuk memproduksi
makanan yang kita konsumsi? Berdasarkan statistik, untuk memproduksi 100 gram
beras dibutuhkan 140 liter air sedangkan untuk 50 gram daging dibutuhkan 230
liter air. Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita sudah terlalu banyak
“makan air” tetapi kita tidak mau untuk menggunakan atau mendaur ulang air. Air
tawar masih digunakan dengan tidak bijaksana. Dalam 50 tahun terakhir
penggunaan air tanah semakin meningkat. Hal ini menyebabkan kondisi air tanah
yang memprihatinkan serta sulit untuk dipulihkan. Tanpa adanya suatu tindakan,
memungkinkan adanya kekeringan di berbagai daerah. Banyak lahan pertanian yang
dialihfungsikan menjadi pemukiman. Banjir saat musim hujan dan kekeringan saat
musim kemarau adalah gejala-gejala yang sering kita lihat di Indonesia
akhir-akhir ini. Dengan adanya kesadaran
konservasi air, tanah dan lingkungan membuat kelestarian air bisa
terjadi.
Untuk itu kita hendaknya menjadi
penggerak nyata untuk menyelamatkan air kita. Beberapa tindakan sederhana yang
bisa dilakukan adalah dengan berhemat air seperti memakai air secukupnya untuk
mandi dan menampung air saat mencuci sehingga tidak membiasakan menyalakan air
keran terus-menerus ketika mencuci. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan
mengurangi pencemaran sampah dan limbah di sungai dan badan air lainnya, karena
air yang sudah tercemar sampah dan limbah akan membuat kualitas air tidak layak
lagi untuk dikonsumsi. Dengan beberapa tindakan yang dimulai dari diri kita,
akan membuat orang lain tergerak untuk melakukan hal yang sama dan sangat
bermanfaat untuk kelestarian air di bumi kita.

