Selasa, 22 Maret 2011

Artikel Tentang Hari Air Sedunia 22 Maret 2011 ‘Water for Cities: Responding to the Urban Challenge’


Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret, inisiatif peringatan tersebut tercetus pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Jeneiro Brasil. Hari Air Sedunia (World Water Day) adalah perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian dan kesadaran masyarakat akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih layak pakai.
Bertepatan dengan tanggal 22 Maret 2011 diperingati sebagai hari air sedunia dengan tema : ‘Water for Cities: Responding to the Urban Challenge’ dapat diartikan “Air untuk perkotaan: Menanggapi permasalahan urbanisasi” dengan maksud, mengajak kepada masyarakat perkotaan supaya pengelolaan air dimaksimalkan. Pengelolaan air perkotaan yang kurang baik oleh masyarakat banyak dikatakan penyebab sering tercemarnya sumber air. Selain itu pengelolaan tata ruang kota yang masih semerawut menjadi salah satu penyebab air tanah kita menjadi berkurang. Maka dengan itu, kita sebagai warga harus selalu mampu melestarikan alam sekitar dan lebih peka terhadap kebersihan lingkungan karena kualitas air dipengaruhi perilaku kebersihan masyarakatnya. Selalu membuang sampah pada tempatnya, hemat dalam penggunaan air bersih, merupakan salah satu dari upaya peduli kita dalam pengelolaan air.
Dari tema diatas terlihat bahwa isu khusus yang diangkat dalam Hari Air Sedunia tahun 2011 berkaitan dengan air di daerah perkotaan dan berbagai permasalahannya terutama terkait urbanisasi. Tujuan dari Hari Air Dunia 2011 ini adalah untuk memusatkan perhatian internasional pada dampak pertumbuhan penduduk yang cepat di industrialisasi perkotaan, dan ketidakpastian debit air baku yang disebabkan oleh perubahan iklim, serta konflik dan bencana alam yang terjadi pada sistem air perkotaan.
Indonesia yang disebut sebagai negara dengan sumber daya air melimpah, ternyata juga masih mengalami persoalan terkait air. Kebutuhan masyarakat akan air bersih yang cenderung meningkat, tidak diimbangi dengan ketersediaan air bersih. Ketersediaan air bersih ini cenderung berkurang akibat berbagai kerusakan alam dan pencemaran. Di daerah perkotaan, berbagai persoalan yang berkaitan dengan ketersediaan air juga menjadi tantangan berat yang harus dihadapi. Harga air bersih yang semakin mahal, jumlahnya yang semakin langka, serta  terjadinya pencemaran air menjadi masalah nyata yang dihadapi penduduk di perkotaan. Pertambahan penduduk yang cepat yang tidak diimbangi dengan adanya kesadaran tentang melestarikan air akan membuat kelangkaan air bisa terjadi. Perlu bagi kita untuk bisa menjadi motor perubahan yang memberi contoh kepada masyarakat sekitar kita tentang pentingnya menjaga kelestarian air.
Untuk itu, peringatan Hari Air Sedunia 2011 seharusnya menjadi tonggak awal kesadaran kita bahwa kita perlu melakukan tindakan nyata untuk menyelamatkan air kita. Beberapa hal paling sederhana namun berdampak besar yang bisa kita lakukan adalah mulai hemat air misalnya dengan menampung air untuk mencuci piring sehingga tidak perlu menyalakan keran air terus menerus pada saat mencuci piring dan memakai air secukupnya saat mandi sehingga air yang terpakai tidak terlalu banyak terbuang, mengurangi pencemaran air seperti tidak membuang sampah dan limbah sembarangan karena air yang telah terkontaminasi dengan limbah maka air tersebut akan berubah menjadi tidak jernih lagi, tidak bersih lagi, dan mengeluarkan bau yang tidak enak. Air yang telah terkena limbah sudah tidak dapat lagi digunakan untuk kehiupan sehari-hari, karena air tersebut sudah berbahaya. Maka sebaiknya kita mengurangi pencemaran dengan tidak membuang sampah dan limbah secara sembarangan dan marilah kita semua berlaku bijak dalam pemanfaatan dan penggunaan air.