Selasa, 25 Desember 2012

Hemat Air untuk Kelestarian Sumber Air Minum

Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Air bersih yang terdapat di bumi cukup melimpah, kurang lebih sekitar  97,47% adalah air asin dan 2,53% berupa air tawar. Sumber air bersih dapat diperoleh dari mata air, sumur dangkal maupun sumur dalam, sungai, danau dan laut.
Sumber air bersih yang paling banyak digunakan adalah mata air dan air permukaan. Pengelolaan air yang kurang baik oleh masyarakat banyak dikatakan penyebab sering tercemarnya sumber air. Kita sebagai warga seharusnya mampu melestarikan alam sekitar dan peka terhadap kebersihan lingkungan karena kualitas air sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Kebutuhan masyarakat akan air bersih cenderung semakin meningkat tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan air bersih. Ketersediaan air bersih cenderung berkurang akibat berbagai kerusakan alam dan pencemaran. Pencemaran air menjadi masalah nyata yang dihadapi penduduk di daerah perkotaan. Harga air bersih yang semakin mahal dan jumlah yang semakin langka adalah tantangan berat yang harus dihadapi oleh masyarakat perkotaan. Pertambahan penduduk yang tidak terkendali dan tidak diimbanginya kesadaran untuk melestarikan air akan membuat kelangkaan air sangat mungkin terjadi.
Manusia kurang lebih membutuhkan 2 sampai 3 liter air untuk minum perhari. Namun, apakah Anda tahu bahwa air yang kita butuhkan untuk air minum digunakan untuk memproduksi makanan yang kita konsumsi? Berdasarkan statistik, untuk memproduksi 100 gram beras dibutuhkan 140 liter air sedangkan untuk 50 gram daging dibutuhkan 230 liter air. Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita sudah terlalu banyak “makan air” tetapi kita tidak mau untuk menggunakan atau mendaur ulang air. Air tawar masih digunakan dengan tidak bijaksana. Dalam 50 tahun terakhir penggunaan air tanah semakin meningkat. Hal ini menyebabkan kondisi air tanah yang memprihatinkan serta sulit untuk dipulihkan. Tanpa adanya suatu tindakan, memungkinkan adanya kekeringan di berbagai daerah. Banyak lahan pertanian yang dialihfungsikan menjadi pemukiman. Banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau adalah gejala-gejala yang sering kita lihat di Indonesia akhir-akhir ini. Dengan adanya kesadaran  konservasi air, tanah dan lingkungan membuat kelestarian air bisa terjadi.
Untuk itu kita hendaknya menjadi penggerak nyata untuk menyelamatkan air kita. Beberapa tindakan sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan berhemat air seperti memakai air secukupnya untuk mandi dan menampung air saat mencuci sehingga tidak membiasakan menyalakan air keran terus-menerus ketika mencuci. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi pencemaran sampah dan limbah di sungai dan badan air lainnya, karena air yang sudah tercemar sampah dan limbah akan membuat kualitas air tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Dengan beberapa tindakan yang dimulai dari diri kita, akan membuat orang lain tergerak untuk melakukan hal yang sama dan sangat bermanfaat untuk kelestarian air di bumi kita.


Rabu, 21 Maret 2012

Hari Air Sedunia 2012 "Water and Food Security"


 Air merupakan sumber daya alam yang sangat berguna bagi kehidupan makhluk hidup. Kebutuhan air bersih dan perubahan iklim mengancam ketersediaan air dunia. Jumlah permintaan pangan yang melampaui perkiraan, urbanisasi yang semakin meningkat serta perubahan iklim adalah faktor utama penyebab kelangkaan air bersih. Berdasarkan Laporan Perkembangan Air Dunia PBB (UN World Water Development Report) mengungkapkan bahwa permintaan pangan dunia akan naik sebesar 70% pada tahun 2050, hal ini menyebabkan kebutuhan air untuk pertanian melonjak hingga 19%. Ketersediaan air dan pangan (water and food security) merupakan tema yang diangkat pada hari air dunia 2012.
Setiap harinya ada 7 miliar yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia di dunia dan 2 miliar lagi akan dibutuhkan tahun 2050. Menurut statistik, masing-masing orang membutuhkan air untuk minum 2 – 4 liter perhari. Sebagian besar air yang kita butuhkan untuk minum digunakan untuk memproduksi makanan yang kita makan tiap harinya. Coba kita cermati, untuk memproduksi 100 gram beras dibutuhkan 140 liter air, 1 telur membutuhkan 135 liter air dan 50 gram daging membutuhkan 230 liter air, total 505 liter tertanam air. “kita makan terlalu banyak air”, tahukah anda bahwa 70% air tawar dunia digunakan untuk pertanian? Dapatkah kita menghasilkan lebih banyak makanan dengan sedikit air? Dan kita bisa menggunakan kembali dan mendaur ulang air dalam produksi makanan?
Seharusnya dunia melihat manfaat air secara luas dan mengerti sangat berharganya sumber daya alam ini. Air tawar masih digunakan secara tidak bijaksana, tidak sesuai permintaan dan kebutuhan. Dilain sisi, pertumbuhan yang semakin meningkat dibandingkan jumlah sumber daya air yang relatif tetap membuat air sangat dibutuhkan keberadaannya. Menurut laporan yang berjudul “Managing Water under Uncertainty and Risk” menyatakan bahwa banyak negara yang menggunakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan penduduknya. Dalam 50 tahun terakhir penggunaan air tanah meningkat hingga tiga kali lipat. Pada wilayah tertentu kondisi air tanah sangat memprihatinkan dan tidak bisa dipulihkan lagi. Perubahan iklim, perubahan pola hujan dan kelembapan tanah, gletser yang terus mencair serta bencana banjir dan kekeringan dapat mempengaruhi produksi pangan dunia. Laporan ini memerkirakan pada tahun 2070, lebih dari 44 juta penduduk di seluruh dunia akan terkena dampaknya. Tanpa tindakan yang serius, bencana kekeringan ini akan sangat merugikan terutama bagi masyarakat miskin.
Disaat jutaan orang di dunia hidup dalam kelaparan dan kekurangan sumber air, sangat tidak pantas bagi kita menutup mata melihat peristiwa ini. Berbagai macam teknik dapat kita lakukan untuk mengelola sumber daya air tanpa mengorbankan sektor pertanian dan ekosistem. Konservasi air dan tanah, peningkatan efektifitas lahan pertanian dan pemanenan air hujan adalah beberapa teknik yang dapat dilakukan serta berpotensi mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.
Saat ini masyarakat perkotaan tidak  memiliki akses air yang baik. Sanitasi yang tidak baik serta tingkat kesadaran masyarakat yang kurang menjadi kendala pengelolaan air. Bahkan 80% air limbah di dunia belum diolah kembali dan dikumpulkan.
Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya air yang cukup melimpah. Untuk saat ini, pangan masih menjadi perbincangan dikalangan masyarakat. Indonesia masih mengimpor beras dari luar negeri untuk mencukupi kebutuhan pangan di negeri sendiri. Padahal pada era orde baru Indonesia adalah negara dengan swasembada pangan. Banyak lahan pertanian yang dialihfungsikan menjadi pemukiman. Banjir saat musim hujan dan kekeringan saat  musim kemarau merupakan gejala yang sering terjadi di Indonesia. Pemanenan air hujan tentunya akan sangat tepat diterapkan untuk mengatasi masalah ini. Selain untuk menjaga ketersediaan air, pemanenan air hujan juga bermanfaat untuk irigasi pertanian. Kebutuhan air untuk produksi pertanian dapat diambilkan dari pemanenan itu, yang mana sebelumnya berasal dari air untuk minum. Oleh sebab itu, kita harus bijak dalam meningkatkan produktifitas pengelolaan dan efisien dalam penggunaannya. Dan air untuk masa depan masih tetap terjaga kelestariannya.

Referensi dan sumber :

Jumat, 15 April 2011

Hidup adalah pendirian...

Berawal dari mimpi, ku bisa berdiri dan berlari.
Ku kejar yang tak pasti walau badai menghalang.
Pengorbanan hidup menjadi pertaruhan bagiku.
Semuanya tak ada yang tak mungkin bagiku.
Niat dan kesungguhan adalah sesuatu yang menjadi prinsip dari hidupku.
Tak akan pernah ku menjadi orang tak memiliki pendirian hidup.
Karena pendirianlah yang membuatku tetap berdiri dan berlari sampai detik ini.

Hidup adalah pendirian...

Rabu, 13 April 2011

Beginikah cara engkau perlakukan kami??? (catatan hitam para wakil rakyat)


Beginikah cara engkau perlakukan kami??? 

Disini kami hanya bisa melihat kemegahan yang negara berikan kepada engkau wahai wakil rakyat. Tapi apa yang engkau berikan untuk negara kami?

Lihatlah kami, saudara-saudara kami, anak-anak kami, dan negara kami. 

Hidup kami mengais dari sisa-sisa sampah, sekolah anak-anak kami lapuk bahkan hampir roboh, negara ini apakah kalian urus? Kalian hanya memikirkan diri kalian sendiri. Pergi keluar negeri menggunakan uang rakyat, tertidur ketika rapat berlangsung bahkan ada yang menonton video panas kala rapat berlangsung dan apa yang kalian ributkan?? Hanya “pembangun gedung baru DPR” saja. Begitukah kalian mencontohkan kepada kami?

Keluh kesar rakyat yang tak kunjung henti, tak kalian gubris bahkan tak kalian anggap perkataan kami. Haruskah kami berteriak agar engkau mendengar dan menoleh kepada kami?

Kalian memang tak punya malu di dunia ini dan di negara kami ini, masihkah pantas kalian menjadi wakil rakyat bagi kami?

Ini bukan semata-mata protes tapi ini sebuah kesimpulan nyata yang anda perbuat. Kami hanya ingin berkata “Lihatlah kami, saudara-saudara kami, anak-anak kami, dan negara kami” jika kalian masih peduli terhadap kami rakyat yang tak punya kekuasaan seperti engkau dan peduli terhadap kacaunya politik negara ini.

Senin, 11 April 2011

Hati bagaikan kompas

Hati merupakan sebuah ungkapan perasaan yang dimiliki tiap insan manusia. Hati sebagaimana kompas yang dipakai oleh nahkoda kapal untuk menunjukan arah tujuannya. Apabila kompas itu tidak berfungsi dengan baik, maka akan sangat berakibat fatal. Kapal itu tidak akan sampai tujuan karena arah yang dituju salah. Bahkan dapat memakan nyawa karena arah yang dituju kapal itu malah menuju ketempat dimana badai besar terjadi. Sehingga dapat mengakibatkan kapal terbalik, terombang-ambing di tengah lautan di dalam pusaran badai dan mengakibatkan penumpang di dalamnya mati tak terkira.
Seperti itulah ungkapan hati. Apabila hati kita tak bekerja seperti kompas, maka hidup kita akan menjadi kacau. Hanya akan membuat kita tak berdaya menghadapi hidup ini, meratapi nasib yang sudah terjadi, menyalahkan orang lain disekitar kita karenanya kita tak menjadi kompas untuk diri kita sendiri.

Selasa, 22 Maret 2011

Artikel Tentang Hari Air Sedunia 22 Maret 2011 ‘Water for Cities: Responding to the Urban Challenge’


Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret, inisiatif peringatan tersebut tercetus pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Jeneiro Brasil. Hari Air Sedunia (World Water Day) adalah perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian dan kesadaran masyarakat akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih layak pakai.
Bertepatan dengan tanggal 22 Maret 2011 diperingati sebagai hari air sedunia dengan tema : ‘Water for Cities: Responding to the Urban Challenge’ dapat diartikan “Air untuk perkotaan: Menanggapi permasalahan urbanisasi” dengan maksud, mengajak kepada masyarakat perkotaan supaya pengelolaan air dimaksimalkan. Pengelolaan air perkotaan yang kurang baik oleh masyarakat banyak dikatakan penyebab sering tercemarnya sumber air. Selain itu pengelolaan tata ruang kota yang masih semerawut menjadi salah satu penyebab air tanah kita menjadi berkurang. Maka dengan itu, kita sebagai warga harus selalu mampu melestarikan alam sekitar dan lebih peka terhadap kebersihan lingkungan karena kualitas air dipengaruhi perilaku kebersihan masyarakatnya. Selalu membuang sampah pada tempatnya, hemat dalam penggunaan air bersih, merupakan salah satu dari upaya peduli kita dalam pengelolaan air.
Dari tema diatas terlihat bahwa isu khusus yang diangkat dalam Hari Air Sedunia tahun 2011 berkaitan dengan air di daerah perkotaan dan berbagai permasalahannya terutama terkait urbanisasi. Tujuan dari Hari Air Dunia 2011 ini adalah untuk memusatkan perhatian internasional pada dampak pertumbuhan penduduk yang cepat di industrialisasi perkotaan, dan ketidakpastian debit air baku yang disebabkan oleh perubahan iklim, serta konflik dan bencana alam yang terjadi pada sistem air perkotaan.
Indonesia yang disebut sebagai negara dengan sumber daya air melimpah, ternyata juga masih mengalami persoalan terkait air. Kebutuhan masyarakat akan air bersih yang cenderung meningkat, tidak diimbangi dengan ketersediaan air bersih. Ketersediaan air bersih ini cenderung berkurang akibat berbagai kerusakan alam dan pencemaran. Di daerah perkotaan, berbagai persoalan yang berkaitan dengan ketersediaan air juga menjadi tantangan berat yang harus dihadapi. Harga air bersih yang semakin mahal, jumlahnya yang semakin langka, serta  terjadinya pencemaran air menjadi masalah nyata yang dihadapi penduduk di perkotaan. Pertambahan penduduk yang cepat yang tidak diimbangi dengan adanya kesadaran tentang melestarikan air akan membuat kelangkaan air bisa terjadi. Perlu bagi kita untuk bisa menjadi motor perubahan yang memberi contoh kepada masyarakat sekitar kita tentang pentingnya menjaga kelestarian air.
Untuk itu, peringatan Hari Air Sedunia 2011 seharusnya menjadi tonggak awal kesadaran kita bahwa kita perlu melakukan tindakan nyata untuk menyelamatkan air kita. Beberapa hal paling sederhana namun berdampak besar yang bisa kita lakukan adalah mulai hemat air misalnya dengan menampung air untuk mencuci piring sehingga tidak perlu menyalakan keran air terus menerus pada saat mencuci piring dan memakai air secukupnya saat mandi sehingga air yang terpakai tidak terlalu banyak terbuang, mengurangi pencemaran air seperti tidak membuang sampah dan limbah sembarangan karena air yang telah terkontaminasi dengan limbah maka air tersebut akan berubah menjadi tidak jernih lagi, tidak bersih lagi, dan mengeluarkan bau yang tidak enak. Air yang telah terkena limbah sudah tidak dapat lagi digunakan untuk kehiupan sehari-hari, karena air tersebut sudah berbahaya. Maka sebaiknya kita mengurangi pencemaran dengan tidak membuang sampah dan limbah secara sembarangan dan marilah kita semua berlaku bijak dalam pemanfaatan dan penggunaan air.